Buang Uneg-Uneg? Kenapa gak?

3669083302_5142c2eac8_zRuang privat. Apa sih itu ruang privat? Apakah itu sejenis ruangan berbentuk kamar berukuran kecil yang hanya kita boleh memasukinya tanpa ada campur tangan dari orang lain? Jika saat ini anda berfikir demikian, maka saya akan memberikan anda skor 50, karena untuk sementara anda sudah cukup cerdas untuk mengartikannya. Tapi tentu bukan itu saja yang saya inginkan disini. Karena ruang privat yang saya maksud kali ini lebih luas dari definisi yang anda berikan tadi. Jauh-jauh hari sebelum saya membaca beberapa lembaran opini dari dosen bahasa Indonesia yang mengajar saya, saya juga akan berfikiran hampir sama dengan yang anda fikirkan tadi. Tapi minggu ini saya mendapatkan ilmu baru lagi dari beberapa lembaran opini yang diberikan dosen Bahasa Indonesia kepada saya, dan isinya adalah mengenai ruang privat. Untuk itu, tidaklah sah rasanya jika saya tidak membagikan ilmu itu kepada orang lain, selain itu juga saya ingin mengikat makna dari ilmu yang telah saya dapat tadi dengan menuliskannya.

Satu hal yang membuat saya tertarik dengan pembukaan lembaran ini, yaitu perkataan dari Paul Jennings dalam bukunya yang berjudul The Reading Bug. Beliau menuliskan beberapa patah kata yang mungkin bisa menjadi acuan anda untuk lebih giat lagi untuk menulis apa yang anda inginkan.

Menulis adalah keperluan pribadi dan bukan tugas, karena di dalamnya terdapat kesenangan dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Ada nilai yang tak terukur dalam tulis-menulis itu….” Paul Jennings on The Reading Bug

Menarik bukan? Inilah yang akan saya jadikan acuan untuk menulis tentang ruang privat kali ini. Ruang privat adalah suatu kondisi dimana didalamnya anda bisa mencurahkan segala sesuatu yang ada di dalam fikiran anda. Untuk sementara anda boleh menyimpulkan bahwa ruang privat itu adalah tempat curhat anda terhadap liku-liku kehidupan yang anda jalani diluar, karena pada hakikatnya itu setengah dari apa yang akan saya sampaikan kali ini. Ruang privat itu bisa dikatakan sebagaimana kita menulis diary, yang setelah kita membaca dan menjalani kehidupan diluar, kemudian ada hal yang menurut anda menarik lalu anda menuliskannya, kurang lebihnya seperti itulah menulis di “ruang privat”. Lewat “ruang privat”, anda memiliki kebebasan untuk menuangkan apa saja yang ingin anda keluarkan melalui tulisan, entah itu rasa senang, benci, marah, dll. Sehingga dari sana akan tertuang berbagai “unek-unek” yang terpendam dalam fikiran anda. Dan saya yakin setelah anda melakukannya, anda akan merasa plong. Setiap kali anda akan menulis di ruang privat ini, ada baiknya anda mengawalinya dengan pertanyaan-pertanyaan, sehingga otak anda akan terbiasa untuk me-review kembali apa yang telah anda lakukan sebelumnya. Selain itu gunakanlah kata ganti orang pertama, agar anda merasa seolah-olah sedang mencurahkan perasaan anda kepada orang yang sangat anda percayai. Berkesinambungan dengan materi tentang mengikat makna, menulis di “ruang privat” sangat bagus untuk mengembangkannya, karena saat anda memadukan antara membaca dan mengikatnya dengan menulis, anda akan mendapatkan sebuah kenikmatan yang tersendiri dalam membaca dan menulis ini. Saat  membaca, secara simpel anda mendapat kata-kata dari buku yang anda baca itu, kemudian saat anda menuliskan hasil pemahaman anda dari proses membaca itu kedalam sebuah tulisan, maka itulah yang saya sebut dengan mengikat makna di “ruang privat”. Bukannya tanpa manfaat, dengan rutinnya anda menulis di ruang privat ini, maka kumpulan hasil tulisan yang merupakan sampah dari apa yang curahkan itu bisa menjadi sebuah aset yang nantinya dapat anda olah menjadi sebuah tulisan yang penuh dengan makna. Tidak perlu waktu lama untuk melakukan aktivitas ini. Luangkanlah waktu anda 10 – 15 menit setiap hari, niscaya jika anda melakukannya, saya yakin anda akan jadi orang yang besar. Sebelum saya mengakhiri tulisan kali ini, saya akan menunjukkan beberapa keuntungan yang akan anda dapatkan saat menulis di “ruang privat” ini

Pertama, anda memiliki kebebasan mutlak untuk menuliskan apa saja yang anda inginkan tanpa ada campur tangan orang lain

Kedua, Anda memiliki peluang untuk menambah karakter original pada tulisan anda

Ketiga, Anda memiliki kesempatan untuk mulai berlatih jujur pada diri sendir terkait dengan apa yang anda tuliskan itu.

Keempat, Anda akan terbiasa menangkap ide-ide yang datangnya tiba-tiba dalam fikiran anda, entah itu ide biasa ataupun ide cemerlang

Kelima, Anda akan memiliki sebuah “ruang” yang bisa anda gunakan untuk menulis hal yang mengancam, meneror dan menyiksa diri anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s