Generasi Malaikat

Dewasa ini, banyak orang yang perlahan-lahan mulai kehilangan satu aset berharga yang ada dalam hidupnya. Mereka seakan terbuai angeloleh berbagai kenikmatan duniawi, dan berbagai hiburan yang secara tidak langsung menggerus fitrah keingintahuan yang memang dibawa sejak lahir. Berbicara tentang rasa ingin tahu, tentu tidak terlepas dari sebuah proses yang tidak mungkin bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Ya, proses itu adalah Iqra’, atau yang sering kita sebut dengan “membaca”. Kata iqra’ sendiri, mungkin sudah terlalu familiar di telinga kita, khususnya umat islam. Kata iqra’ merupakan bagian dari rangkaian wahyu pertama, yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagian orang mungkin terlalu sering mengabaikan perintah ini. Namun, ternyata dibalik semua itu lah kita bisa mengungkap berbagai rahasia alam yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Iqra’, bismi robbika ladzi kholaq

Kholaqol Insaana min ‘Alaq

Iqra’ Wa Robbukal Akrom

Al Ladzi ‘Allama bil Qolam

‘Allama insaana ma lam ya’lam

Begitulah bunyi lima ayat pertama dari surat Al-Alaq, yang menjadi wahyu pertama yang diturunkan di muka bumi ini. Iqra’ sendiri merupakan Fi’il Amr (kata perintah) dari kata Qara’a – Yaqra’u – Iqro’. Bahkan jika kita perhatikan lebih lanjut, kata Iqra’ dalam ayat tersebut tidak memiliki maf’ul bih (objek) yang bisa membatasi kata perintah tersebut. Jadi bisa diambil sebuah penafsiran bahwa ruang lingkup perintah iqra’ tersebut mencakup berbagai hal. Membaca tidak harus terpaku pada teks atau pun naskah. Namun, kita dituntut untuk membaca seluruh gerak dan substansi yang ada di alam semesta ini. Semua itu semata-mata diisyaratkan Allah agar kita bisa mengenal dirinya. Karena itulah kemudian ketika manusia pertama, Nabi Adam As diciptakan, lalu kemudian Allah mengajarkan Adam Nama-nama, yang dalam hal ini “nama” yang dimaksud adalah hakikat atau esensi dari berbagai hal yang ada di alam ini, sehingga dengan kelebihan itu membuat malaikat bersujud dihadapan Adam dengan seizin Allah. Lalu secara sekilas apakah kita tidak bisa menarik kesimpulan betapa mulianya orang yang membaca itu, yang kemudian ia akan mengetahui sesuatu dari hasil bacaannya itu?

Kita memang tidak mungkin bisa mencapai atau pun menyamai derajat kenabian. Tapi setidaknya jika kita bersungguh-sungguh dalam hal membaca ini, kita bisa sedikit berada di bawah apa yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada Adam As, bahkan tidak menuntut kemungkinan kita bisa mendapatkan hal yang sama, dengan izin Allah dan tentu saja usaha yang keras dari diri kita sendiri, yaitu membaca untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Namun sebelum itu, ada dua kalimat yang kiranya perlu kita garis bawahi. Yaitu pada kalimat “Iqra’ bismi robbika ladzi kholaq” dan kalimat “Iqra’ Wa Robbukal Akrom”, bahwa meskipun perintah membaca tersebut bersifat masih umum, namun disana ada sebuah kalimat penekanan yang menjadi syarat proses membaca tersebut, di mana jika syarat tersebut dipenuhi, maka akan menimbulkan sebuah bekas dan hasil yang memuaskan. Kalimat yang saya maksudkan disini adalah kalimat “bismi robbika ladzi kholaq” dan “Wa robbukal aqrom”, di mana yang dimaksudkan disini adalah, suatu proses membaca haruslah kembali dinisbatkan kepada Sang Pencipta, Sang Pemilik Pengetahuan, Allah SWT, sehingga kita tidak akan melakukan sebuah proses membaca yang nantinya akan membuat kita semakin jauh dari-Nya. Perlu diketahui, bahwa semakin kita bisa membaca segala hal yang ada di alam semesta ini, semakin besar peluang kita untuk mengetahui berbagai rahasia alam yang akan disuntikkan Allah melalui akal dan pikiran kita. Dan jika hal itu kita dapatkan, bukankah kita akan melampaui derajat malaikat? yang dulu ketika mereka tahu bahwa Adam diajari oleh Allah SWT, sehingga dapat membaca berbagai hal yang ada di alam semesta, yang kemudian menjadikan mereka bersujud dihadapan Adam? Sekian!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s