Status FB? Hati-Hati!

5lkYpQy7wHDDewasa ini dapat kita perhatikan bahwa banyak sekali dari kalangan para remaja yang mulai terhipnotis oleh jejaring sosial facebook. Tak hanya remaja, namun tak sedikit pula anak-anak , bahkan orang-orang dewasa yang sudah memiliki akun di jejaring sosial ini. Kita tahu bahwa segala sesuatu memiliki sisi positif dan sisi negatif. Dan tak terlepas dari itu semua, facebook pun memiliki sisi positif dan negativ tersebut.

Mungkin akhir-akhir ini kita bisa menyaksikan di berbagai media beberapa kasus yang berkenaan dengan betapa mudahnya kejahatan dapat di lakukan di dunia maya, khususnya jejaring sosial seperti facebook. Karena untuk saat ini, lebih tepatnya sebuah kejahatan tidak hanya bisa dilakukan lewat kontak fisik, namun tindak kejahatan seperti penipuan misalnya, dapat dilakukan dengan mudah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab lewat jejaring sosial tadi, dan tentu masih banyak efek-efek buruk yang tidak kita harapkan. Namun untuk saat ini kita tidak akan membahas tentang sisi negatif ini lebih jauh. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, ada dua sisi yang patut kita perhitungkan, jika sebelumnya kita sudah dapat memperhitungkan sisi negatifnya, kita juga harus melihat jauh lebih dalam bahwa masih banyak pula sisi positif yang dapat kita ambil dari jejaring sosial ini. Sudah berapa banyak orang yang bisa memanfaatkan jejaring sosial ini untuk usaha-usaha mereka. Dan sudah berapa banyak orang juga yang memanfaatkan jejaring sosial ini untuk menggali potensi dan informasi di dalamnya, meski yang sering kita lihat hanya status-status para facebook-ers yang kurang lebih tidak mengandung dan memberikan manfaat sama sekali. Jadi, kita sebagai pengguna harus selektif dalam memilih dan memilah informasi yang ada di dalamnya.

Berkaitan dengan itu semua, saya mengambil seorang figur Hernowo yang telah menciptakan hal-hal yang luar biasa dari jejaring sosial ini, dan berhasil menepis anggapan bahwa facebook hanya sebagai sebuah ruang untuk hura-hura. Dengan daya juang dan semangat membaca dan menulis yang beliau miliki, Hernowo berhasil memanfaatkan facebook sebagai ladang untuk mengikat makna. Semua buku yang telah beliau baca dan menurut beliau penting untuk diikat maknanya, sebagian beliau tulis di catatan yang terposting di facebook. Diantaranya, setelah beliau menyelesaikan membaca buku On Writing karya Sthepen King dan mengikat maknanya melalui facebook, tak lama setelah itu beliau mendapatkan ide-ide yang kemudian membuat beliau menerbitkan sebuah artikel yang berjudul “Writing Toolbox: agar lancar dan nyaman menulis di tahun 2010” dan “Writer’s Block”. Selain itu masih banyak lagi karya beliau hasil dari mengikat makna lewat posting catatan di facebook. Jadi kesimpulannya, menulis dan mengikat makna tidak terbatas di kertas saja. Namun, bisa juga menggunakan media yang bisa mendukung kita untuk melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s