The New Hunger Games

Oleh : Ahmad Mutiul Alim

Hunger Games. Siapa yang tidak tahu film yang bergenre game ini? Hampir semua mata penikmat hiburan layar kaca pasti tahu bagaimana keseruan yang disajikan dalam film yang berdurasi kurang lebih 2 jam itu. Film ini dirilis untuk pertama kali oleh perusahaan Lions’ Gate Entertainment pada bulan Maret 2012 yang menyedot jutaan penonton. Kemudian seri Hunger Games selanjutnya kembali dirilis pada bulan November 2013 yang juga masih menarik puluhan juta mata untuk mengetahui kelanjutan dan keseruan dari Hunger Games yang pertama. Hunger Games kurang lebih menceritakan mengenai sebuah pemerintahan yang diktator dengan sistemnya yang ingin menumpaskan segala jenis pemberontakan yang dapat meruntuhkan pemerintah. Untuk menumpas dan memadamkan sekecil apapun usaha pemberontakan rakyatnya, pemerintah membagi rakyatnya dalam beberapa distrik yang berjumlah 13 distrik. Ketiga belas distrik tersebut ditekan dan diharuskan bekerja untuk pemerintah di pabrik-pabrik sebagai bentuk kecintaannya pada negara. Rakyat hanya dijadikan pelengkap suatu negara, dan dijauhkan dari birorasi kekuasaan yang benar-benar rusak pada saat itu. Belum cukup sampai disana, sebuah terobosan yang menarik perhatian dimulai dan diharapkan juga mencuri simpati serta mencabut segala mosi tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah, yaitu dengan diadakannya sebuah game atau kejuaraan antar distrik-distrik yang ada dalam pemerintahan tersebut. Inti dari game ini tidak lain hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat, sehingga niat untuk memberontak kepada pemerintah menjadi berkurang. Game ini pun dimulai, dengan memilih dua perwakilan dari setiap distrik. Permainan yang menarik perhatian masyarakat dan diharapkan mencuri simpati masyarakat tersebut ternyata malah menanamkan berjuta-juta kebencian di dalam hati mereka. Bagaimana tidak, di dalam permainan ini dua puluh enam orang yang berasal dari 13 distrik harus saling membunuh atau pun harus mati karena berbagai keadaan alam yang disetting oleh pemerintah dan operator game. Pemenangnya hanyalah satu orang dari dua puluh enam orang tersebut. Dan tentunya dia yang berhasil membunuh dari sekian banyak orang tersebut. Begitupun seterusnya hingga tidak terasa permainan ini sudah menginjak permainan yang ke-74 dan makin mengendapkan kebencian serta rasa ingin memberontak yang begitu besar dari dalam diri masyarakat. Pada edisi ke-74 inilah film Hunger Games berawal. Katniss Everdeen(Jennifer Lawrence) dan Peeta Melark(Josh Hutcherson) terpilih dari distrik 12 untuk melanjutkan tradisi tahunan pemerintah ini. Dengan berbagai perasaan kebencian mereka maju dan berjuang mengikuti kejuaraan yang sudah pasti akan mengancam nyawa mereka tersebut. Di hotel tempat perlombaan yang disediakan secara khusus oleh pemerintah, mereka disajikan berbagai kemewahan, yang tentu jauh dari apa yang pernah mereka lihat dan rasakan di distrik masing-masing. Kemewahan yang mereka dapatkan merupakan sebuah hal ironi yang dilakukan oleh pemerintah, mengingat di distrik tempat mereka tinggal, masyarakat hanya bisa tinggal di rumah yang jauh dari layak dan dengan kehidupan yang jauh dari kata sejahtera. Namun, singkat cerita pada akhir kejuaraan, sebuah hal yang sangat menarik terjadi. Peserta yang tersisa hanya dua orang, yaitu Katniss dan Peeta. Sebuah hal yang tidak lucu jika mereka harus saling membunuh satu sama lain hanya untuk memenangkan pertandingan yang bahkan mereka tidak mengharapkan sama sekali untuk bergabung di dalamnya. Akhirnya mereka mengambil keputusan untuk memakan berry beracun, sehingga jika pun mereka mati, mereka akan mati bersama-sama. Pemerintah dan operator games melihat hal ini sebagai bentuk perlawanan, namun tetap saja akhirnya Katniss dan Peeta dimenangkan oleh pihak peyelenggara. Disinilah cikal bakal pemberontakan terjadi. Katniss dianggap sebagai simbol pemberontakan oleh pemerintah. Dan berbagai distrik menyerukan dan mengelu-ngelukan Katniss sebagai harapan mereka untuk memberontak kepada pemerintah. Tapi, pemerintah yang bertindak selaku ‘pemilik’ Katniss bermaksud mengubah citra tersebut dengan menjadikan Katniss seolah-olah mendukung segala kebijakan pemerintah, dengan berbagai ancaman yang diberikan kepada Katniss, diantaranya keselamatan keluarganya.

Dari cerita film yang fenomenal ini, tampaknya ini benar-benar merupakan representasi sebuah kekuasaan yang tampil dengan seluruh bentuk kediktatorannya yang dimaksudkan untuk memaksa masyarakat berlutut di bawah sistem yang sangat buruk. Di satu sisi pemerintah ingin diakui pemerintahannya, namun di sisi lain pemerintah ingin mempertahankan pemerintahan dengan sistem yang sangat buruk tersebut melalui cara-cara yang sebenarnya bahkan malah menanamkan kebencian dalam masyarakatnya. Inilah yang sebenarnya yang sedang terjadi di negeri ini. Kebobobrokan pemerintah sering kali tak tersentuh oleh tangan-tangan yang ingin mengubah serta mengembalikan pemerintahan kepada jalur sebenarnya. Pemerintah sering kali mengobral janji kepada masyarakat awam untuk melakukan perbaikan, namun nyatanya hanya sekelumit dari berbagai hal besar yang sebenarnya mampu dilakukan oleh pemerintah. Bukan menunjukkan sebagai bentuk ketidak-kemampuan pemerintah dalam mengatur segala hal yang sudah menjadi tugas mereka, namun birokrasi yang lambat serta busuk lah sebagai penyebab utama sistem pemerintahan seperti ini. Bahkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap busuknya internal pemerintahan, pemerintah membuat segala macam hal yang mampu mengalihkan perhatian atau semacamnya. Pemerintah mampu menciptakan peristiwa-peristiwa yang membuat masyarakat tersita perhatiannya untuk peristiwa-peristiwa tersebut, sehingga yang terjadi adalah padamnya semangat untuk mengubah sistem yang buruk itu. Jika di film Hunger Games para kontestan harus saling membunuh untuk menikmati kemewahan yang diberikan oleh pemerintah, maka di negeri ini masyarakat harus saling membunuh, yaitu mereka yang ingin hidup mewah di bawah pemerintah harus membunuh berbagai potensi yang dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk memberontak, serta menciptakan berbagai hal yang mampu membunuh masyarakat secara pelan-pelan. Sehingga, bukan hal yang baru jika terdapat orang-orang yang dengan berbagai cara sengaja membengkokkan pedang revolusi dan meniup api kecil kebangkitan, demi mendapatkan hidup yang mewah di bawah pemerintahan yang diktator. Jika terus saja seperti ini, maka bukan tanpa alasan saya menamakan negeri ini sedang bermain The New Hunger Games. (CR7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s