Konsep Ma’qulat (معقولات) Filsafat Islam

Oleh : Ahmad Mutiul Alim

Konsep ma’qulat merupakan konsep yang lahir dari proses abstraksi akal. Kata ma’qulat diambil dari kata ‘aql, yaitu subjek yang mempersepsi. Sedangkan ma’qul adalah output atas kinerja ‘aql atau sesuatu yang mampu ditangkap oleh akal. Dalam filsafat islam, ma’qul dibagi menjadi 2, yaitu konsep primer atau ma’qul awwali, kemudian yang kedua adalah konsep non-primer (atau yang lebih sering disebut dengan konsep sekunder, meskipun term ini kemudian memiliki keterbatasan dalam penerapannya) atau ma’qul tsanawi. Konsep primer adalah konsep universal dari ditangkap oleh akal atas perkara-perkara yang partikular. Konsep seperti ini bersifat universal dan dapat diterapkan pada realitas-realitas objektif secara langsung. Misalnya, ketika seseorang mengabstraksi beberapa warna putih, maka warna putih dengan sendirinya akan muncul sebagai konsep tersendiri dalam akal manusia. Warna putih tersebut dapat diterapkan kepada objek-objek apapun, tanpa batas.

Konsep kedua yaitu konsep non-primer atau ma’qul tsanawi. Konsep ini terbagi menjadi dua bagian yang lebih spesifik, yaitu konsep non-primer filsafat atau ma’qul tsanawi falsafi, dan konsep non-primer logika atau ma’qul tsanawi mantiqi. Konsep ma’qul tsanawi falsafi adalah konsep yang disifatkan untuk objek yang ada di luar. Di dalam mendapatkan dan mengabstraksikan konsepsi-konsepsi ini, akal membutuhkan analisis rasional dan membandingkan antara objek yang satu dengan yang lainnya. Konsep sebab-akibat merupakan bagian dari konsep ini. Kala kita melihat hubungan antara wujud rasa pedas dan wujud cabe, maka kita akan mendapatkan bahwa cabe adalah sebab dari rasa pedas.

Konsep ma’qul tsanawi mantiqi adalah konsepsi yang tidak dapat dipredikasikan pada realitas objektif, melainkan hanya digunakan dalam kegiatan mental semata. Contoh penerapannya adalah wujud batu yang ada di luar tidak bisa dikatakan objek universal. Konsep universal batu hanya terjadi di dalam benak (dzihni). Konsepsi seperti tashawwur, tashdiq, universal, partikular, dan lain sebagainya termasuk kategori ini, karena seluruh konsep tersebut dibahas dalam ilmu logika semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s