Beleza

Oleh : Ahmad Mutiul Alim

 

Beleza..

Jalanmu berliku mengantarku berlabuh pada hijau tubuhmu

Dingin sesak menyekat nafas hawamu

Hitam legam berbaris kegirangan bebatuanmu

Gemulai lembut menari mengundang decak rumput ilalangmu

Belum lagi sayur dan buah selimuti tanah suburmu

 

Beleza..

Masih ingatkah kau dengan melodi yang terlantun

Dari kicau burung yang menyambut hariku

Sang mega dengan semburat merah yang belum lagi sempurna sebagai pembuka hariku

Angin sejuk yang kerap menemaniku menyongsong nafas di tengah kabut

Atau bahkan Subuh sunyi yang selalu mengantarkankan dua rakaatku

 

Beleza..

Menara masjid yang memenuhi ruang ketentraman

Bersorak tiap kali waktunya telah datang

Rasanya teduh sekali

Anak-anak yang memakai seragam

Berjalan berkilo-kilo mengayuh semangat

Memecah kemalasan meski kadang hawa pagimu kejam

 

Beleza..

Aku ingat saat asap ku tiupkan dari bilik bambu

Mengepul menguap ke atas langit birumu

Ikan dan sayur yang beradu di dalam penggorengan

Menjadi santapan pengisi tubuhku

Nikmat sekali duduk di sisimu

Sembari sesekali memasukkan nasi yang masih hangat

Ah.. hangat sekali pelukmu Beleza

 

Beleza..

Kedua sosok orang tua itu kembali membuka lembar sejarahku

Setidaknya sejarah yang pernah tertulis dua puluh satu tahun lamanya

Andai mampu ku kecap manisnya bersama selalu dengan mereka

Sayang beribu sayang..

 

Beleza..

Cintamu luar biasa

Kau buat aku menggelepar rindu

Di tengah hirup-pikuk ibu kota yang menyiksa

Atau subuh yang tak pernah alfa dari bunyi knalpot-knalpot yang tak berperasaan itu

Disini beleza, tak ada selimut ketenangan yang menggerayangiku

Seperti kau yang kerap bermanja-manja kepadaku

 

Beleza..

Kapan lagi kau mengundangku

Ke peraduanmu

Ingin cepat-cepat rasanya aku menepikan tubuhku bersamamu

Walau hanya sekejap, cinta.

Esok atau kapanpun waktunya

Ku ingin peluk indahmu

Ingin ku sapa rumputmu yang ku kira masih setia menari untukku

Ingin ku meringkuk tenang di bawah tentramnya langitmu

Esok atau kapan pun waktunya

Aku masih mencintaimu, Beleza.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s